Ketika banjir melanda bumi tercinta,air tak
pernah kompromi menggenangi tiap sudut
perumahan kita dan area sekitarnya. Lamanya genangan air tersebut
menyebabkan bermunculnya kotoran dan berbagai macam wabah penyakit. Sehingga,
menjaga kesehatan tubuh sangat penting di saat – saat seperti ini.
Berdasarkan WHO, penyakit yang
disebabkan oleh banjir bisa dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu penyakit
bawaan air (water-borne disease) dan penyakit yang ditularkan melalui
air (genanngan air) atau (vector-borne disease).
1. Penyakit karena bawaan air Air
Banjir
a. Bakteri
dan parasit
Air banjir yang tampak biasa – biasa saja
sesungguhnya bisa membawa bakteri dan parasit berkeliaran di mana – mana.
Padahal, Bakteri dan parasit sangat berbahaya bagi tubuh. Apabila keduanya
mengenai tubuh seseorang bisa terjadi penyakit seperti kolera dan diare.
b.
Jamur
Ketika air menggenang dalam waktu yang lama,
maka jamurpun turut serta memburu mangsanya. Nah, biasanya, Jamur yang terbawa
oleh air banjir tersebut bisa memicu beberapa penyakit seperti alergi, masalah
pernapasan hingga kematian.
2. Penyakit yang diakibatkan oleh air yang
genanggan Banjir
a.
Malaria
Nyamuk senang dalam
genangan air yang terlalu lama, apalagi air kotor karena banjir. Untuk itu, di
musim penghujan yang rawan banjir seperti saat – saat ini, maka tingkatkanlah
kebersihan, waspadai tempat – tempat yang nyaman bagi sarang nyamuk, sediakan
obat nyamuk atau lotion pengusir nyamuk. Hal ini dilakukan agar dapar mencegah wabah penyakit malaria.
b. Hipotermia
Air dingin yang terlalau lama akan menyedot
hangat tubuh manusia, apalagi ketika sesorang trendam air banjir seharian. Ini
bisa menyebabkan hipotermia. Nah, untuk mengurangi resiko hipotermia, maka
gunakanlah pengaman seperti sepatu karet yang tinggi, serta cari tempat yang
aman agar tidak terendam terlalu lama di air.
Untuk menghindari penyakit-penyakit di atas
saat banjir, pastikan untuk selalu menutup luka dengan rapat, atau tidak
membiarkan luka terkena air banjir yang kotor. Tidak hanya itu, Anda juga
harus menjaga kebersihan tubuh, terutama tangan, wajah, dan mulut dari air
banjir yang terkontaminasi bakteri dan jamur.
Pastikan juga untuk sering mengganti pakaian
atau kaos kaki, serta sepatu yang basah. Sering-seringlah mengecek keadaan kaki
dan tubuh Anda setidaknya sehari sekali untuk melihat gejala penyakit atau luka
terbuka yang bisa menjadi pintu masuk bagi parasit berbahaya.